
Kisah tentang penipuan tambang emas terbesar di dunia itulah yang diangkat ke layar lebar oleh sutradara Stephen Gaghan. Dengan judul: Gold. Yang plotnya, bisa dibilang, sangat mirip dengan kejadian nyatanya.
Hanya saja, untuk menghindari tuntutan hukum pada kemudian hari, nama para karakter dan perusahaan dalam film ini, yang baru tayang di Indonesia mulai hari Rabu (15/3) ini tersebut, dibuat berbeda dengan kejadian aslinya.

Yang menjadi tokoh utama dalam film Gold ini adalah Kenny Wells (Matthew McConaughey). Seorang pengusaha yang tengah dihimpit kesulitan finansial. Yang meneruskan bisnis tambang keluarganya. Dengan tetap berusaha mencari investor meski hampir bangkrut.
Secercah harapan kemudian tampak. Tepatnya, setelah Wells bertemu ahli geologi bernama Michael Acosta. Di Hotel Jakarta Palace. Pada 1988.
Acosta kemudian mengajak Wells bekerja sama. Ia menjanjikan nasib mereka bakal berubah jika bisa menemukan tambang emas di Borneo. Alias Kalimantan. Yang merupakan pulau terbesar di Indonesia tersebut.

Dengan modal menipis, Wells, yang aslinya seorang prospektor tambang itu, akhirnya, sepakat dengan tawaran tersebut. Pengalaman Acosta, yang mengenal hutan belantara di Indonesia itu, menjadi salah satu nilai plus.
Selain itu, Acosta juga memiliki kedekatan dengan masyarakat setempat. Yakni: Suku Dayak. Yang menjadi penduduk asli Pulau Kalimantan tersebut.
Perjuangan Wells dan Acosta untuk mencari tambang emas tadi tidaklah mudah. Mereka harus tinggal di hutan. Dengan cuaca yang ekstrem.
Apalagi, proses penggalian yang mereka lakukan, ternyata, hanya menghasilkan sampel yang buruk. Para pekerja mulai meninggalkan mereka. Bahkan, Wells nyaris mati. Karena terserang penyakit malaria.

Namun, usaha keras Wells kemudian menuai hasil. Acosta melaporkan telah menemukan kandungan emas. Yang sangat besar. Di kawasan tersebut.
Tak pelak, kabar itu langsung tersebar. Dan membuat harga saham perusahaan milik Wells, Washoe Mining Corporation, melambung tinggi. Di Bursa Efek New York. Atau yang lebih dikenal dengan sebutan Wall Street tersebut.
Hanya saja, seperti kisah aslinya, tak lama kemudian terungkap: Bahwa estimasi kandungan emas yang berlimpah itu, ternyata, hanya khayalan belaka.
Acosta telah melakukan penipuan. Ia mencampur sampel bebatuan dengan emas. Sehingga yang muncul dalam laporan laboratorium, seolah-olah, kandungan emas di Kalimantan tersebut memang yang terbesar di dunia.
Karakter Michael Acosta tadi dalam film Gold ini, hampir bisa dipastikan, merujuk kepada Michael De Guzman. Seorang geolog asal Filipina. Yang beristrikan orang Dayak. Yang mengklaim telah menemukan cadangan emas jutaan ton. Di Kalimantan. Pada tahun 1993 dulu.
Akan tetapi, tragisnya, setelah skandal Bre-X tadi terungkap, De Guzman dikabarkan tewas. Ia melompat dari helikopter. Yang dikemudikan oleh seorang pilot. Dari ketinggian 800 meter. Mayat De Guzman kemudian ditemukan di rawa-rawa. Di tengah hutan. Di Kalimantan.

Namun, banyak pihak yang meyakini bahwa De Guzman masih hidup. Mayat yang ditemukan oleh tim ekspedisi tadi, di belantara Kalimantan tersebut, diragukan sebagai mayatnya. Apalagi, pemerintah rezim Orde Baru (kala itu), kabarnya, tak mengizinkan mayatnya diserahkan kepada keluarganya di Filipina.
Skandal Bre-X tadi, sebenarnya, juga sempat ditulis menjadi sebuah buku. Yang berjudul Sebongkah Emas di Kaki Pelangi. Oleh Bondan “Maknyus” Winarno.
Buku terbitan tahun 1997 itu merupakan hasil investigasi mendalam. Yang dilakukan oleh pakar kuliner sekaligus mantan wartawan tersebut. Yang di dalamnya termasuk penjelasan tentang kejanggalan di balik “tewas”-nya De Guzman tadi.

Sementara itu, sang tokoh utama, Kenny Wells, jelas merupakan representasi dari David Walsh. CEO Bre-X Minerals Limited. Yang dalam film Gold ini diubah namanya menjadi Washoe Mining Corporation. Yang berlokasi di Nevada, Amerika Serikat. Yang aslinya berasal dari Kanada tersebut.
Selain Washoe, perusahaan lain yang muncul dalam film Gold adalah Newport dan Hancock. Kemungkinan besar, Newport ini didasarkan pada perusahaan yang menjadi rival utama Bre-X. Yakni: Freeport. Perusahaan Amerika yang hingga kini menguasai tambang emas di Papua itu.

Hal yang menarik lainnya, dalam film berdurasi 120 menit ini juga ada sosok Danny Soeharto. Jika dilihat dari namanya, karakter tersebut, jelas, merujuk kepada salah satu putra Soeharto. Presiden Indonesia dan pemimpin rezim Orde Baru pada kala itu.
Karakter Danny, yang diperankan oleh aktor asal Thailand tersebut, dikisahkan sangat flamboyan dan gemar pesta. Ia menjalin kesepakatan dengan Wells. Dan mendapat jatah saham 40%.
Dengan beking Danny tadi, posisi Washoe Mining Corporation menjadi kuat. Sang pesaing, Newport, yang semula bekerja sama dengan tentara untuk mengusir mereka dari Kalimantan, akhirnya, menyerah dan bertekuk lutut.

Film Gold ini, sebenarnya, bukan melulu soal uang, saham, penipuan, emas, dan korupsi. Sebagai pemanis, juga ada Bryce Dallas Howard. Bintang Jurassic World (2015) tersebut memerankan karakter Kay. Yang menjadi pacar Wells. Oleh karena itu, beberapa adegan percintaan juga menghiasi film rilisan TWC-Dimension ini.

Sementara itu, Matthew McConaughey mengaku bersedia membintangi dan sekaligus memproduseri film Gold ini karena terkesan dengan naskahnya. Peraih Piala Oscar lewat Dallas Buyers Club (2013) tersebut, yang terkenal dengan “Alright, alright, alright”-nya itu, memang termasuk aktor yang selektif dalam memilih peran. Dalam berakting, ia tidak mementingkan uang. Dan sangat memperhatikan kualitas skenarionya.

Edgar Ramirez, pemeran Michael Acosta, juga memuji dedikasi McConaughey selama penggarapan film Gold ini. Bintang Interstellar (2014) itu menaikkan berat badannya sampai 21 kilogram. Dan membotaki kepalanya. Demi peran sebagai Kenny Wells tadi.

Namun, di samping akting McConaughey yang prima, ada satu hal yang patut disayangkan: Meski ber-setting di Indonesia, proses syuting film berbujet USD 20 juta ini dilakukan di Thailand.
Alhasil, ada beberapa penggambaran dalam film Gold ini yang tak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Misalnya, ada perahu yang melintas di sungai di pinggir gedung hotel. Lalu terlihat banyak taxi yang berwarna kuning. Yang semuanya itu adalah ciri khas suasana Kota Bangkok. Bukan Jakarta.

Mungkin, karena hal itulah, setelah ditayangkan secara luas pada 27 Januari 2017 yang lalu, film Gold ini mendapat respon kurang positif dari para kritikus dan situs review. Akting Matthew McConaughey, yang impresif itu, juga tidak mampu mengangkat pemasukan film ini. Yang hingga kini baru mengumpulkan USD 9 juta tersebut.

***
Gold
Sutradara: Stephen Gaghan
Produser: Matthew McConaughey, Patrick Massett, John Zinman, Teddy Schwarzman, Michael Nozik
Penulis Skenario: Patrick Massett, John Zinman
Pemain: Matthew McConaughey, Édgar RamÃrez, Bryce Dallas Howard, Corey Stoll, Toby Kebbell, Craig T. Nelson, Bruce Greenwood
Musik: Daniel Pemberton
Sinematografi: Robert Elswit
Penyunting: Douglas Crise
Produksi: Boies/Schiller Films, Black Bear Pictures, Highway 61 Films
Distributor: TWC-Dimension
Durasi: 120 menit
Budget: USD 20 juta
Rilis: 30 Desember 2016 (Amerika Serikat), 15 Maret 2017 (Indonesia)
Rating (hingga 15 Maret 2017)
IMDb: 6,6/10
Rotten Tomatoes: 42%
Metacritic: 49/100
CinemaScore: B-
0 Komentar