Ticker

6/recent/ticker-posts

Distorted (2018) | Celoteh Movie


Christina Ricci sudah berkecimpung di dunia perfilman Hollywood sejak masih anak-anak. Namanya mulai terkenal setelah dia membintangi film Casper (1995). Yang menceritakan tentang hantu cilik yang baik hati. Yang diadaptasi dari buku komik populer itu.

Meski kini usianya sudah menginjak kepala empat, Christina Ricci masih konsisten menampilkan berbagai genre film. Seperti masa remajanya dulu. Salah satu film terbarunya adalah Distorted. Yang sempat tayang di bioskop Cinepolis dan CGV Cinemas Indonesia pada 2018 yang lalu.

Dalam film action-thriller ini, Christina Ricci berperan sebagai Lauren Curran. Seorang yang berusia 32 tahun. Yang menderita gangguan bipolar. Tepatnya, setelah dia mengalami sebuah kejadian tragis. Di rumah. Di Kota Portland, Oregon.

Untuk mendapatkan ketenangan, bersama dengan suaminya, yang bernama Russell (Brendan Fletcher), Lauren kemudian pindah ke sebuah apartemen mewah. Yang memiliki beragam fasilitas lengkap. Yang dimiliki oleh orang-orang kaya. Yang terletak di luar kota. Yang jauh dari pusat keramaian.

Selain mewah, ultra-modern bernama The Pinna tersebut juga sangat aman. Karena sistem keamanan-nya memang canggih dan terintegrasi. Kamera-kamera CCTV terpasang di berbagai sudut ruangan. Mulai dari fitness center hingga kolam renang. Dan selalu menyala 24 jam.

Semula, Lauren merasa sangat nyaman tinggal di sana. Meski sering ditinggal suaminya, yang bekerja di kota, dia merasa sangat aman. Namun, pelan-pelan, Lauren merasa ada yang aneh dengan The Pinnacle. Karena, seolah-akan, ada yang selalu mengawasinya. Dan ada yang mengendalikan pikirannya.

Akan tetapi, anehnya, para penghuni apartemen lainnya tidak ada yang merasakan keganjilan tersebut. Termasuk, suami Lauren. Yang malah menduga hal itu disebabkan oleh khayalan istrinya sendiri. Yang, mungkin, lupa minum obat untuk meredakan gangguan mental bipolar-nya. Yang memang menderitanya itu.

Namun, untungnya, masih ada satu orang yang mempercayai Lauren. Yaitu, seorang jurnalis investigasi. Yang perilakunya bak “hantu”. Yang suka tiba-tiba muncul dan menarik ngilang. Yang dikenal oleh Lauren lewat blog anonimnya. Yang sering dia baca di internet.

Bersama dengan sosok misterius tersebut (yang diperankan oleh John Cusack), akhirnya, Lauren berusaha mengungkap misteri The Pinnacle. Benarkah apartemen tersebut telah mencuci otak dan mengendalikan pikiran para penghuninya? Atau hal itu hanya khayalannya saja?

Btw, saat diwawancarai, sutradara Rob W. King menyatakan, gedung-gedung, yang menjulang tinggi, memainkan peranan penting dalam film Distorted besutannya ini. Meski suasana yang ditampilkan tidak kelam, dan, bahkan, sangat cerah, kesan misterinya tetap terasa.

Selain itu, Rob King juga menggunakan banyak sekali teknik editing flash cut. Yang akan membuat penonton semakin tidak tenang. Bahkan ikut gelisah saat menonton film ini. Ia menggunakan teknik tersebut dua kali lebih banyak daripada rata-rata editing film layar lebar dalam lima belas tahun terakhir.

Untuk menampilkan bagian alam bawah sadar dalam film ini, Rob King mendasarkannya pada hasil riset dan penelitian yang dilakukan oleh Tony Conrad. Seorang pembuat film pendek berjudul Flicker (1966). Yang dulu diberi peringatan fisik. Yang mendapat reaksi luar biasa dari para penonton dan psikolog.

Menurut Rob King, Distorted adalah cerita yang berawal dari sesuatu yang tampak sederhana, tapi tidak biasa. Yang kemudian berkembang menjadi sesuatu yang seram.

Karakter Lauren, yang diperankan oleh Christina Ricci, harus bertahan dan beraksi melawan tragedi di luar nalar, rasa berdosa, dan kekuatan jahat yang tak terlihat. Namun, dalam usaha tersebut, Lauren menemukan kebenaran. Dan, akhirnya, mampu mengatasi keganjilan-keganjilan yang menyergapnya.

Dengan segala hal yang dijelaskan oleh Rob King tersebut, sejatinya, Distorted kemungkinan menjadi sebuah film misteri thriller mencekam. Namun, ya ampun, ada banyak adegan yang terasa kurang maksimal tampilannya. Selain itu, skenarionya juga kurang kuat. Karena ada beberapa hal yang kurang masuk akal.

Di samping itu, penampilan Christina Ricci juga tampak nanggung. Dia terlihat kurang lepas dalam berakting sebagai wanita depresi yang sedang terganggu psikologisnya. Pokoknya kurang maksimal aja ngeliatnya. Seperti ada tembok yang menahannya.

Begitu pula dengan John Cusack. Yang, terkesan, hanya menjadi tempelan dalam film yang berdurasi hanya 87 menit ini. Apalagi, porsi kemunculannya juga sedikit. Sehingga ia tidak punya banyak kesempatan untuk menampilkan akting terbaiknya.

Namun, untungnya, di balik berbagai kekurangannya tersebut, masih mampu menjaga misterinya. Rahasia besarnya memang baru diungkapkan pada bagian akhir. Sehingga memancing rasa penasaran. Dan membuat penonton bertahan hingga film ini berakhir.

Akan tetapi, bagi penonton yang mengharapkan thriller psikologi berkualitas, semacam Get Out (2017) dan Us (2019), siap-siap saja untuk kecewa. Karena level film Distorted ini memang sangat jauh bila dibandingkan dengan dua mahakarya Jordan Peele tersebut.

***

DISTORTED

Sutradara: Rob W. King
Produser: Kevin DeWalt, Danielle Masters, Benjamin DeWalt, Andrew Holmes
Penulis Skenario: Arne Olsen
Pemeran: John Cusack, Christina Ricci
Musik: Todd Bryanton
Sinematografi: Mark Dobrescu
Penyunting: Jackie Dzuba
Perusahaan Produksi: Bridgegate Pictures, Minds
Distributor Eye Entertainment : Minds Eye Entertainment, Indonesia Entertainment Group (IEG)
Durasi: 87 menit
Negara: Kanada
Bahasa: Inggris
Genre: Mystery, Thriller
Klasifikasi Usia: R (17+)
Tanggal Rilis: 22 Juni 2018 (Amerika Serikat), 4 Juli 2018 (Indonesia)

Rating (hingga 2 Juli 2020)
Rotten Tomatoes – Tomatometer: 18% (Rotten)
Rotten Tomatoes – Skor Audiens: 82% (Segar)
Metacritic: —
CinemaScore: —
PostTrak: —
IMDb: 4,7/10
Edwin Dianto (Filmania): 4/10 (H)

Posting Komentar

0 Komentar