Ticker

6/recent/ticker-posts

Moana (2016) | Celoteh Movie



Selama ini, film-film animasi Disney, terutama dengan princess-princess mereka, memang hampir selalu berhasil merebut hati para pemirsa dari segala usia. Masih lekat dalam ingatan. Ketika tiga tahun yang lalu Frozen (2013) dirilis. Film tentang dua putri dari Kerajaan Arendelle itu sukses meraih Piala Oscar: Sebagai Film Animasi Terbaik.

Seperti halnya Frozen tadi, Moana ini juga mengangkat tokoh utama seorang cewek. Meski demikian, dia bukanlah seorang putri kerajaan. Melihat karakternya yang tomboy dan pemberani, Moana lebih cocok disebut sebagai jagoan wanita. Yang cukup berbeda dengan princess-princess Disney selama ini.

Memang, dalam satu dekade terakhir ini, pelan-pelan, Disney mulai mengubah karakter princess-princess mereka, yang biasanya kemayu dan lemah itu, menjadi lebih tangguh. Mulai Rapunzel dalam Tangled (2010), Merida dalam Brave (2012), hingga Anna dalam Frozen (2013). Namun, tetap saja, Moana inilah yang terlihat paling “gahar” bila dibandingkan dengan para pendahulunya tadi.



Dikisahkan sebagai seorang gadis bangsa Polinesia, Moana Waialiki (Auli’i Cravalho), yang hidup di Kepulauan Oceania, Samudera Pasifik, sejak kecil sudah akrab dengan laut. Atas petunjuk dan dukungan neneknya, yang juga sesepuh desa, yang bernama Gramma Tala (Rachel House), Moana memutuskan untuk bertualang: Mengarungi lautan. Pada usianya yang tergolong masih ababil: 16 tahun.

Orang Polinesia memang dikenal sebagai pelaut dan navigator andal selama ribuan tahun. Namun, suatu ketika, mereka berhenti berlayar. Moana, yang selalu penasaran itu, ingin melanjutkan tradisi berlayar nenek moyangnya tadi. Selain itu, putri pasangan Kepala Suku Tui (Temuera Morrison) dan Sina Waialiki (Nicole Scherzinger) tersebut juga ingin menyelamatkan pulau tempat tinggalnya dari bencana.

Meski dilarang oleh bonyoknya, Moana tetap nekat. Satu-satunya orang di Pulau Motunui yang mendukung cita-citanya untuk berlayar hanyalah sang nenek tadi (Gramma Tala).

Misi Moana adalah mencari Te Fiti. Dewi Penciptaan. Yang bertanggung jawab terhadap keseimbangan alam. Gadis keras kepala nan cerdik itu harus mengembalikan jantung Te Fiti. Yang dicuri oleh Maui (Dwayne “The Rock” Johnson). Seribu tahun sebelumnya.

Dengan hanya ditemani Heihei (Alan Tudyk), seekor ayam jantan, Moana dan Maui pun mengarungi samudera luas untuk menemui Te Fiti tadi. Petualangan dahsyat dan berbahaya sudah menunggu. Termasuk, ancaman dari para monster. Seperti Tamatoa (kepiting raksasa yang hidup di dasar laut dan suka mencuri barang berharga), Kakamora (monster kelapa imut yang jahat dan suka merampok para pelaut), dan Teka (monster lahar yang sering melemparkan batu panas kepada siapa pun yang mendekati tempat tinggal Te Fiti).



Berbeda dengan princess Disney lainnya, yang biasanya langsing itu, body Moana tadi agak bulky dan atletis. Hal itu sesuai dengan kemampuannya: Yang jago mendayung perahu, berlayar, dan, bahkan, melawan monster tersebut! Rambutnya juga kriwil panjang dan kulitnya sawo matang. Seperti cewek-cewek Polinesia pada umumnya.

Selain itu, karena bukan seorang putri kerajaan, Moana juga tidak bergaun indah. Pakaiannya hanya berupa lilitan kain tapa. Yang terbuat dari serat pohon mulberry. Demikian pula dengan roknya. Yang hanya berupa anyaman daun pandan dengan belahan tinggi. Yang berguna untuk menunjang kelincahannya dalam bergerak itu.

Yang menarik, pencipta pola kain tapa, kain tradisional Polinesia yang dipakai oleh Moana tadi, adalah seorang animator asal Indonesia. Yang bernama Griselda Sastrawinata. Yang dalam proyek film animasi berbujet USD 150 juta ini menjabat sebagai visual development artist.



Sementara itu, Maui adalah seorang demigod yang sangat legendaris di kalangan masyarakat Polinesia. Yang karakternya, sebenarnya, abu-abu. Tidak sepenuhnya baik dan tidak sepenuhnya jahat.

Ada yang menganggap Maui sebagai pahlawan, tapi juga sekaligus penipu. Sifatnya congkak, sok jagoan, dan tidak berpikir panjang, tapi sangat setia kawan.

Postur Maui tinggi besar, gendut, dan tubuhnya penuh tattoo. Rambutnya keriting dan berkulit sawo matang. Pakaiannya hanya berupa celana dari lilitan kain berlapis daun. Khas Polinesia.

Selain jago bertarung, Maui juga bisa berubah menjadi hewan. Dan ia juga punya kail ajaib. Hal unik lainnya: Ada tattoo Mini Maui. Di badannya. Yang bisa bergerak-gerak!

Untuk menggarap tattoo Mini Maui yang bisa bergerak tadi, Disney menerapkan perpaduan teknik animasi 3D dengan 2D. Dan demi menjaga kearifan lokal, semua tattoo yang ditampilkan dalam film Moana ini merupakan hasil kerja sama dengan tattoo artist asli Polinesia.



Selain Maui tadi, karakter lain yang juga menarik perhatian dan menjadi penyegar suasana adalah Heihei. Seekor ayam jantan. Yang menjadi teman seperjalanan Moana dan Maui.

Sifat Heihei sangat konyol. Dan tidak pernah memahami situasi di sekitarnya. Ia juga suka menelan apapun yang dianggap sebagai makanan. Mulai dari biji-bijian hingga batu! Bahkan, saking dungunya, sutradara Ron Clements sampai menyebut Heihei sebagai karakter terbodoh sepanjang sejarah Disney.

Selain Heihei tadi, sebenarnya, Moana juga punya binatang kesayangan lain. Yang bernama Pua. Namun, sayangnya, babi kecil yang lucu dan periang tersebut tidak ikut bertualang mengarungi lautan bersamanya.



Btw, jika ada yang bertanya: Apakah Moana punya pacar, tambatan hati, atau gebetan? Maka jawabannya adalah: Tidak. Iya, dia jomblo, tapi bukan jones. Moana adalah seorang cewek yang mandiri. Meski ditemani oleh Maui yang perkasa, dia tidak bergantung kepadanya.

Seperti halnya Elsa dalam Frozen (2013), Moana tidak memiliki love interest. Maui bukan pacarnya. Jadi, jangan harap bakal ada pangeran ganteng muncul dalan film animasi berdurasi 113 menit ini.

Sang sutradara memang sengaja ingin menonjolkan kemandirian Moana untuk menginspirasi para perempuan modern. Agar lebih berani berjuang mengejar impian dan cita-cita. Tanpa harus “diganggu” oleh kehadiran prince charming.



Sementara itu, sang pemeran utama, Auli’i Cravalho, mengaku tidak kesulitan dalam mengisi suara Moana. Aktris dan penyanyi yang baru berusia 16 tahun itu, sejak kecil, memang sudah akrab dengan lautan, tari Hula-Hula, dan musik tradisional Kepulauan Pasifik. Karena dia memang lahir dan besar di Hawai’i, Amerika Serikat.

Cravalho juga setuju: Bahwa sudah saatnya karakter cewek dalam film-film animasi Disney dibuat lebih ber-power. Seperti Moana yang dia perankan tadi. Siswi SMA Kamehameha Schools, Kapalama, Hawai’i, itu juga menyatakan: Para perempuan modern harus bisa mandiri. Dan bebas menentukan masa depannya sendiri.



Sementara itu, untuk mengangkat budaya bangsa Polinesia, yang memiliki kekayaan tradisi yang begitu memikat tersebut, tim produksi Disney benar-benar melakukan penelitian dengan serius. Bukan hanya sekadar studi literatur.

Bahkan, sutradara John Musker dan Ron Clements benar-benar mengunjungi pulau-pulau utama di Oceania. Yaitu: Fiji, Samoa, Tahiti, Mo’orea, Bora-Bora, dan New Zealand. Pada tahun 2011 dan 2014 yang lalu.

Di Kepulauan Pasifik tadi, duo sutradara yang pernah menghasilkan film animasi musikal klasik The Little Mermaid (1989) dan Aladdin (1992) itu mengamati lokasi. Dan berinteraksi langsung dengan penduduk dan nelayan lokal di sana. Mereka kemudian juga menggunakan jasa ahli sejarah, budaya dan bahasa, arkeolog, antropolog, seniman, serta tokoh adat. Untuk memperkuat cerita Moana.

Selama ini, Disney memang dikenal sangat total dalam melakukan riset untuk menghasilkan film-film animasi mereka. Tujuannya, agar semuanya sesuai dengan dunia nyata. Bahkan, ketika membuat The Lion King (1995), para animator mereka rela tinggal selama enam bulan. Di tengah habitat singa!



Btw, untuk menghasilkan efek deburan ombak dan percikan air laut yang presisi, Disney juga menggandeng Pixar. Yang notabene merupakan anak perusahaan mereka tersebut. Yang sudah berpengalaman dalam menampilkan akuarium raksasa. Yang terlihat nyata. Dalam film Finding Dory (2016).

Pixar menggunakan sistem visual efek, yang bernama Splash, untuk menggarap semua adegan yang berkaitan dengan air laut. Dalam film yang naskahnya ditulis oleh Jared Bush ini, laut memang tidak hanya menjadi background, tapi juga menjadi salah satu karakter utamanya. Penonton bakal sering disuguhi adegan interaksi antara Moana dan air laut tadi.



Selain visual efek, sisi musikal dalam film Moana ini juga tak bisa dianggap enteng. Karena ditangani langsung oleh Mark Mancina. Selain itu, yang menggarap lagu-lagunya adalah pemenang Grammy Award: Lin-Manuel Miranda. Serta Opetaia Foa’i. Musisi asli Polinesia. Yang sudah meraih berbagai penghargaan internasional.

Seperti halnya Frozen (2013) dulu, yang memiliki lagu hit Let It Go itu, Moana ini juga punya How Far I’ll Go. Yang merupakan ciptaan Lin-Manuel Miranda. Yang inti lagunya tentang kekuatan mimpi. Serta keinginan seseorang yang sedang mencari jati diri dan mengejar masa depannya.

Untuk versi filmnya, Auli’i Cravalho sendiri yang menyanyikan How Far I’ll Go tadi. Sedangkan untuk versi studionya, penyanyi asal Kanada Alessia Cara yang membawakannya.

Lagu yang dirilis pada 9 November 2016 yang lalu itu tidak hanya dinyanyikan dalam bahasa Inggris saja, tapi juga dibuat dalam berbagai versi bahasa di dunia. Maudy Ayunda mendapat kehormatan untuk menyanyikan How Far I’ll Go versi bahasa Indonesia. Yang berjudul: Seb’rapa Jauh Ku Melangkah.



Btw, secara box office, Moana ini memang diharapkan bisa sesukses Frozen (2013) dulu. Bulan rilisnya pun sama: November. Meski demikian, Osnat Shurer (selaku produser) mengaku tidak berharap yang terlalu tinggi. Apalagi, tanggal rilisnya berdekatan dengan Fantastic Beast and Where to Find Them (2016). Milik Warner Bros. Pictures. Yang diperkirakan bakal menjadi pesaing terberatnya itu.



***
Moana

Sutradara: Ron Clements, John Musker
Produser: Osnat Shurer
Penulis Skenario: Jared Bush
Pengarang Cerita: Ron Clements, John Musker, Chris Williams, Don Hall, Pamela Ribon, Aaron Kandell, Jordan Kandell
Pemain: Auli’i Cravalho, Dwayne Johnson, Rachel House, Temuera Morrison, Jemaine Clement, Nicole Scherzinger, Alan Tudyk
Musik: Mark Mancina, Lin-Manuel Miranda (lagu), Opetaia Foa’i (lagu)
Penyunting: Jeff Draheim
Produksi: Walt Disney Pictures, Walt Disney Animation Studios
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures
Durasi: 113 menit
Budget: USD 150 juta
Rilis: 14 November 2016 (AFI Fest), 23 November 2016 (Amerika Serikat), 25 November 2016 (Indonesia)

Ratings
IMDb: 8,4/10
Rotten Tomatoes: 97%
Metacritic: 81/100
CinemaScore: A

Posting Komentar

0 Komentar